14 November 2012

Gaza Menangis

Malam itu Gaza menangis,
Dongeng Holocaust berdendang lagi,
Apa pula agenda Livni,
Enam dekad Nakbah jadi saksi,
Yahudi itu Yahudi sejati,
Merobek, meratah, menginjak jiwa watan Palestin,

Si kecil tak mengerti,
Luka ibu tua berdarah kembali,
Intifada bergema meruntun hati, menuntut hisab diri,
Bertanya pada hati,
Fana dunia atau akhirat abadi.

Malam itu Gaza menangis lagi,
Sesak dadaku, kelu lidahku ku sapu basah pipi,

Ku soal diri,
Apa benar ku damba syahid, bekal ke sana catitan Raqib,
Apa benar ku rindu al-Khaliq, penghulu alam nyata dan ghaib,

Nah! Renung amal suku abadmu,
Solatmu diakhir waktu,
Puasamu lesu dikongkong nafsu,
Sedekahmu dihitung-hitung dahulu,
Belajarmu dipaksa guru,
Tahajjudmu berabad lalu,
Ya Rabb! sungguh ku malu mengaku aku pencintaMu.

Malam itu Gaza menangis lagi, buat kesekian kali,
Kala wahan beraja dihati, kala al-Quran peneman si mati,
Tegak al-Quds tegar menanti,
Yakinmu pada tibanya hari,
Bangkit mereka muslim sejati, pewaris penjejak nabi,
Pengganti tentera Salahuddin al-Ayubi.

Nun disudut kecil kota berdarah,
Sang ibu berbisik gundah:
"Tidurlah mujahid kecilku,
Kerikil saksi perjuanganmu,
Moga kau tenang disitu,
Menyulam rindu janji Tuhanmu"




Sajak ini telah dideklamasikan oleh saudara Atikullah Ismail di sini.   



11 November 2012

Liqa' Ziarah

Jumaat petang yang lepas. Mendongak ke langit, tampak awan yang sugul menanti curahan airnya membasah bumi cinta.

Jam baru sahaja menunjukkan jam 3 petang. Saya rasakan hujan ini tidak akan sekejap. Melihat awan di sekitarnya, seluruh pandangan yang gelap seputaran kepala dan mata yang melihat.

Malam ini, malam yang saya nantikan. Liqa kami buat kesekian kalinya. 

Memang pertemuan kami berjalan setiap minggu. Mungkin kali ini lain sedikit caranya - ziarah.


Awan gelap menuju ke Selat

Pertemuan kami malam itu telah Allah permudahkan urusannya. Biarpun di uji dengan keadaan hujan, trafik sesak, sesat jalan dan sebagainya, tetapi Allah datangkan juga bantuan dan mempertemukan hati-hati kami.

Disebalik berlangsungnya liqa ini, terlalu banyak yang kami kongsikan bersama.

Dari perihal kerjaya sebagai doktor sehinggalah ke perihal keluarga dan anak-anak.

Tidak mudah untuk saya dapatkan masa berkongsi dengan mereka yang sudah banyak pengalaman bernilai. Sudah tentu, perkongsian itu bukan perbualan kosong belaka, dan bukan pula perbualan sambil mengisi perut semata-mata, malah ia menjadi perangsang untuk kita saling menguatkan saf ini dan tsabat di atas perjuangan jalan dakwah walau apa jua pun cubaan dan ujian yang menggugah.

Saya amat mengagumi sesetengah doktor kita yang sungguh sibuk dengan kerjaya tetapi masih mampu menabur masa untuk kerja dakwah dan amal islami. Mereka dapat istiqamah biarpun ada ketikanya mereka juga pernah melalui detik-detik hitam 'kejatuhan' dalam medan, namun atas semangat mereka bangkit dan tsabat. Alhamdulillah.

Bila saya melihat bagaimana dakwah dan tarbiah ini mengajar saya selama ini, inilah rupanya hakikat yang sebenar yang saya cari.

Selama mengikuti medan dakwah ini di bumi Rusia, dan sekembalinya saya ke bumi Malaysia, semangat yang ada untuk kerja dakwah tetap sama, malah peluang untuk menambahkan lagi sentiasa ada terbentang luas.

Saya tidak diajari sesuatu yang hanya membawa semangat ketika saya masih pelajar. Menjadi seorang yang kental dan kuat membawa obor dakwah hanya ketika di medan pelajar. Ramai yang sebegitu, dan mereka setelah pulang ke Malaysia, medan amal mereka hilang, kerana mereka sebenarnya terikat pada suasana yang 'kondusif' untuk berdakwah di tempat belajar.

Bila mereka keluar ke bumi nyata, sudah mula membina kerjaya dan masa depan, komitmen mereka semakin lari dan akhirnya tiada apa lagi yang tinggal dalam diri mereka, melainkan 'status-status lama di facebook'.

Semoga Allah istiqamah dan tsabatkan hati-hati ini, mengekalkan kita didalam jamaah. Insha-Allah.



Dr.Hazreen, Dr.Rafeeq dan Dr.Afiq

10 November 2012

SurvivorKit for HO : O&G

Compulsory Performed Procedures in Obstetrics

1. Normal delivery
2. Clinical assesment of pelvic (vaginal examination)
3. Episiotomy and Perineal tear repair
4. Management of obstetrics haemorrhage
5. Management of retained placenta
6. Resuscitation of newborn
7. USG of obstetrics cases
8. CTG- Antenatal Non Stress Test
9. CTG- Intrapartum fetal monitoring
10. Management of HDP (Hypertensive disorders in pregnancy)
11. Management of obstetric shock
12. Management of cord accident/prolapse
13. Management of abnormal presentation in labor
14. Management of heart disease in pregnancy
15. Management of asthma in pregnancy
16. Management of diabetic in pregnancy
17. Management of thyrotoxicosis in pregnancy


Compulsory Performed Procedures in Gynaecology

1. ERPOC (Evacuation of Retained Products of Conception)
2. Management of Early Pregnancy Complication (Surgical & Non-surgical cases)
3. Pap smear
4. IUCD insertion
5. Endometrial sampling
6. Marsupialisation of Bartholin's cysts
7. USG of gynae cases


Compulsory Assisted Procedures for Obstetrics

1. Instrumental assisted delivery (ventouse/forceps)
2. C-section
3. Twin deliveries
4. Management of preterm labor
5. Stabilization and transfer of critically-ill obstetrics patient


Compulsory Assisted Procedures for Gynaecology

1. Management of ectopic pregnancy
2. Emergency gynaecological procedures - operative
3. Colposcopy with biopsy
4. Abdominal hysterectomy (with/without salphingoopherectomy)
5. Vaginal hysterectomy and pelvic floor repair
6. Ovarian cystectomy


Abbreviations in O&G

LMP - Last menstrual period
SOD - sure of date
USOD - unsure of date
ANC - antenatal care
PROM - Pre-labor rupture of membrane
PPROM - Premature pre-labor rupture of membrane
LL - leaking liquor
MGTT - Modified glucose tolerance test
AS - Apgar score
POH - Past obstetric history
SVD - Spontaneous vaginal delivery
FT - Full term
LSCS - Lower segment c-section (ELLSCS - elective, EMLSCS - emergency)
PGH - Past gynae history

          Menstrual cycle = menarche (duration of menses) / cycle

          Eg: 14(7)/28

IMB - intermenstrual bleed
PCB - Post coital bleed
PMB - Post menopausal bleed
POA - Period of amenorrhae
EDD - Estimated date of delivery
REDD - Revised EDD
US - Ultrasound
PA - Per abdomen

        SNT : Soft, non-tender
        SFH : Symphysial fundal height - T/S (term size) or by week
        FM : Fetal movement

VE - Vaginal examination

        VV - Vulva vagina
        Cx - cervix
        Os - cervix dilatation
        St. - Station
        Vx - Vertex
        Membrane - MI (Membrane intact) or MA (Membrane absent)
        LMSL - Light meconium stain liquor
        MMSL - Moderate meconium stain liquor
        TMSL - Thick meconium stain liquor
        Position - OA (Occipital anterior) / OT (Occipital transverse)

ARM - Artificial Rupture of Membrane
Lap - Laparatomy/ laparoscopy
TOS - Trial of Scar
NRVE - Next review VE
CCT - Controlled Cord Traction
PE - Pre-Eclampsia
IE - Impending Eclampsia
PPH - Post-partum hemorrhage
GDM - Gestational Diabetes Mellitus
PIH - Pregnancy-induced Hypertension
PP - Placenta Previa
APOL - Active Phase of Labour
LPOL - Latent Phase of Labour
EBL - Estimated Blood Loss
MRP - Manual Removal of Placenta
CTG - Cardiotocography
TABHSO - Total abdominal Hysterectomy and Salphingoopherectomy
ERPOC - Evacuation and Removal of Product of Conception





'Survivorkit for House Officer'

Compiled by:
IKRAMHealths' Medical Officers
               


08 November 2012

Rintik Hujan

Bulan November yang menggamit perasaan. Seperti merasakan suatu kehilangan.

Bila disedari, tidak lain inilah realiti kehidupan. Masa dan putaran. Masa dan kehidupan yang selari dan tidak akan berpatah kembali.

Betapa sebuah kerinduan diubati dengan titisan air hujan yang mencurah bumi di petang sekian hari. Nyamannya udara dan heningnya bauan tanah yang diliputi rumpun alam, benar-benar membawa fikiran menujah masa lampau yang pergi, meskipun diri ini tetap bertapak di atas bumi realiti.

Nu'man menoleh ke luar tingkap biliknya. Diperhatikan rintik-rintik air hujan masih tidak berhenti mencurah segala isinya. Langit gelap, meskipun di selatan sudah tersingkap langit biru, melindungi sinaran suria yang tidak sabar untuk memancar semula wajahnya.

Hati kecil Nu'man sering berbicara. Dia memahami bicara alam disekitarnya, seperti mereka sahabat lama.

'Inilah hujan, air yang turun dari langit', monolog dirinya.

Pintu bilik terbuka. Umi melihat Nu'man sendirian merenung ke luar tingkap. 

'Nu'man, apa yang sayang renungkan?, tanya Umi penuh kasih sayang, sambil mengusap rambut halus anaknya itu.

'Umi, inilah hujan, air yang turun dari langit', jelas Nu'man. Matanya tidak berkelip melihat rintik-rintik yang berterusan.

'Ya sayang, inilah hujan, air yang turun dari langit' balas Umi sambil membaitkan senyuman.

Abi berdiri di muka pintu, sambil tersenyum melihat mereka berdua. Hatinya lantas berdoa;


'Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami yang menjadi penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa'



'Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia akan tetap ada di bumi. Demikian Allah membuat perumpamaan' (Ar-Ra'd:17)



'Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkanNya bumi yang tadinya sudah mati. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)' (An-Nahl:65)


'Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan air hujan itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendakNya, dan dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu' (Ibrahim:32)


'Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dari air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butiran yang banyak; dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berubah dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman' (Al-An'am:99)



'Inilah hujan. Air yang turun dari langit'

07 November 2012

Al-Maidah 49 & 50 : Bencana Jahiliyah

Surah Al-Maidah antara surah yang amat saya suka bila membaca dan memahami tafsirnya. Kita mulakan dengan membaca dan memahami maksud ayat-ayat ini:


"Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan berwaspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan engkau terhadap sebahagian apa yang diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari apa yang diturunkan Allah), maka ketahuilah sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik." (Al-Maidah:49)


"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang yang meyakini (agamanya)?" (Al-Maidah:50)


Dalam keadaan dunia ketika ini, semakin kuat cabarannya untuk membawa kesyumulan Islam agar meresapi kembali jiwa umat ini.

Muncul terlalu banyak pihak yang mahu menjadi hero atau heroin, samaada yang menentang pengembalian Islam ke dalam jiwa mereka sendiri, atau yang menghalang Islam kembali ke dalam jiwa orang lain. Dalam erti kata lain, menentang seruan atau dakwah.

Terlalu ramai orang Islam yang mahu menjadi cikgu jari telunjuk, yang tahu mengarah menggunakan mulut dalam bicara kemunafikan, sedangkan Allah hanya melihat kepada amal, amal dan amal, yang pada mereka itu entah ke mana amalnya.

Ini berlaku sejak Islam berkembang dahulu, kini dan di kemudian hari. 

Dalam surah al Maidah ini, terlalu banyak ayat Allah s.w.t menjelaskan rahsia disebalik golongan ini dan pedoman terhadap Rasulullah s.a.w dan umat Islam yang beriman pada agamanya untuk menghadapi mereka.


Dalam Tafsir Fil Zilalil Quran, dijelaskan bahawa ayat Al Maidah:49 diatas adalah peringatan yang cukup keras tentang fitnah yang wajib diwaspadai.

Fitnah apa? Yaitu fitnah golongan yang mengangkat keinginan atau hawa nafsu mereka sebagai hukum dan meninggalkan syariat dan hukum Allah.

'Hendaklah kamu memutuskan' - yakni bererti perlu meletakkan batas atau margin yang cukup jelas antara syariat Islam dan hukum Jahiliyah. Tidak boleh ada percampuran antara keduanya. Jika yang dipilih itu Islam, maka laksanakanlah ia sepenuhnya tanpa ada lagi karat-karat jahiliyah, dan jika masih bergelumang dengan jahiliyah, beerti ia bukan Islam yang sebenarnya.

Golongan yang menginginkan sesuatu menurut hawa nafsu mereka, sentiasa menggunakan ayat-ayat Allah untuk mengaburi yang lain dan menegakkan pendirian mereka. Kerana itu peringatan ini Allah nyatakan dengan cukup jelas dan tegas, berwaspadalah dengan fitnah-fitnah mereka! Seperti ayat diatas 'Jangan sampai mereka memperdayakan engkau dengan sebahagian apa yang diturunkan Allah kepadamu'.

Jika mereka tetap berpaling dari hukum Allah dan meneruskan kejahilan itu, maka engkau tidak akan bertanggungjawab atas tindakan mereka itu. 

Jangan sesekali tindakan mereka itu membuatkan engkau berpaling juga dan teruslah berpegang teguh dan utuh dengan syariat dan hukum Allah.

Kerana apa? Kerana mereka berpaling dan menyimpang sebab Allah mahu menghinakan mereka atas sebahagian dosa-dosa yang mereka lakukan.

Dan sudah menjadi tabiat manusia, 'Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik', kerana itu akan ada mereka yang menyimpang dan keluar dari syariat Allah. Namun kerana perwatakan mereka ini, tiadalah dosa untuk engkau, dan tiadalah dosa bagi syariat.

Ayat berikutnya (al Maidah:50) adalah persoalan Allah s.w.t kepada pendukung jahiliyah. Apakah mereka memilih hukum Allah ataupun hukum jahiliyah?

Tidak ada perantara antara keduanya!

Samaada hukum Allah yang ditegakkan, syariat Allah yang meresapi dalam jiwa manusia, manhaj Allah yang memandu kehidupan mereka atau hukum jahiliyah, syariat hawa nafsu atau sistem kebudakan yang mereka kehendaki?

Inilah persimpangan jalan. Allah s.w.t menghentikan mereka disini, dan sesudah itu terpulang pada mereka mahu memilih yang mana.

Kemudian apabila mereka tetap memilih jahiliyah dalam diri, Allah s.w.t dengan nada murka bertanyakan kepada mereka '(Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang yang meyakini (agamanya)?'

Ya, siapakah gerangan yang lebih baik hukumnya daripada hukum Allah?!

Apakah mereka berani mengatakan bahwa mereka lebih mengetahui daripada Pencipta manusia?

Apakah lagi alasan-alasan mereka untuk memenangkan jahiliyah mereka berbanding ayat-ayat yang Allah turunkan ini?

Apakah sebabnya orang yang mengakui Islam untuk masih bergelumang dengan jahiliyah ini?

Kerana kondisi? Kerana masyarakat tidak menyukai? Kerana takut kepada musuh? 

Orang bukan Islam dapat sahaja mengatakan sesuatu tentang ini, tetapi bagaimana pula orang yang mengaku Islam yang mengatakan sesuatu tentang jahiliyah ini? Kemudian mereka masih tetap dalam bingkai Islam? Atau masih punyai sesuatu dari Islam?

Sesungguhnya ini persimpangan jalan! Tidak ada percampuran untuk memilihnya.

Dan tidak ada gunanya berdebat dan berbantahan dengan perkara yang cukup jelas ini.

Mungkin Islam, dan mungkin jahiliyah. Mungkin iman dan mungkin kufur. Mungkin hukum Allah dan mungkin hukum jahiliyah.

Persoalan ini harus jelas dalam diri seorang muslim. Jika tidak jelas maka dia belum fahami Islam dalam dirinya.

Kalau hati seorang muslim tidak mantap dalam ketetapan antara Islam dan jahiliyah, maka timbangannya tidak akan lurus, manhajnya tidak akan jelas, dan hatinya tidak punyai daya pembeza antara haq dan batil. Ia tidak akan dapat melangkahkan kaki di jalan hidup yang benar. 



06 November 2012

Fitnah Agama


Rasulullah s.a.w tidak muncul secara tiba-tiba ditengah-tengah kejahilan di tanah Arab ketika itu. 

Rasulullah juga bukanlah orang dagang, yang singgah ke tanah Arab untuk berdagang dan membawa sinar Islam. 

Tapi semua yang berlaku adalah sebaliknya. Rasulullah itu sudah pun menjadi ‘role model’ dalam masyarakatnya meskipun sebelum diutus menjadi Rasul Allah. Siapa yang tidak kenal Muhammad bin Abdullah? Dialah al-Amin bukan?

Itulah ciri teristimewa seorang da’ie, menjadi perhatian dan pemerhatian orang disekelilingnya. 

Da’ie yang membawa obor agama adalah ‘public figure’ yang menjadi tatapan umum masyarakat semua dan bukan terhad kepada mad’u bawaannya sahaja.

Bukanlah maksud da’ie ini perlu berasa bangga apabila diperhati umum, apatah lagi mengejar riya’, sum’ah, ‘ujub. Tapi kata kunci apa yang ingin saya tegaskan adalah betapa seorang da’ie itu perlu menjaga ciri luaran dirinya selain dalaman, dan betapa sesungguhnya seorang da’ie itu perlu tahu bahawa dakwah bukan semata-mata pada kata-kata yang membawa jiwa, bukan pada hebatnya kita mengikat hati-hati menjadi rumpun ukhuwwah, tapi yang penting juga dakwah ‘senyap’ melalui mata dan perhatian umum masyarakat kepada kita.

Maka ingin saya berkongsi isi-isi tambahan dakwah, yang mana saya tekankan pada peranan ‘fitnah'. Fitnah itu ‘benda-benda yang mengganggu perjalanan kita’, yang sekiranya menular boleh membawa kita lari dari jalan sebenar, yang meletakkan ruang hidup bagi syaitan dalam diri. Fitnah itu bukan sahaja perlu dihindari, tapi perlu dielak daripada mencetuskannya.

Cinta itu suatu fitrah, tidak dinafikan. Tetapi sewajarnya kita berusaha mengelak fitrah itu berubah menjadi fitnah. Inilah yang berlaku apabila peraturan yang ditetapkan ke atas sesuatu fitrah itu tidak diberi penjagaan serius.

Oleh itu mari berjaga-jaga dengan tingkahlaku kita. Elakkan fitnah bermaharajalela, yang berlaku apabila anda mengetepikan peraturan tersebut apabila bercinta. 

Jaga batasan pergaulan. Elakkan pergaulan bebas terutama yang tiada keperluannya, juga elakkan mengabaikan perkara wajib asas seperti solat. Apatah lagi dating, gayutan telefon, surat cinta, gambar bersama, genyitan mata dan sentuh-menyentuh, yang akan menjemput syaitan sebagai pihak ketiga.

Lebih-lebih lagi jika anda dipandang sebagai orang agama. Setiap tingkah laku anda sentiasa diperhatikan, gahnya seolah-olah anda pengeluar hukum hakam. 

Berbalas message, berjalan bersama, menyimpan gambar; walaupun anda boleh pusingkan hukumnya kepada boleh, semuanya bakal menjadi sumber fitnah kepada anda andai tidak dijaga. 

Jangan sampai anda mengotorkan imej-imej Islam tanpa sengaja, apatah lagi dengan sengaja (hawa nafsu). Imej khitbah (tunang) jangan diketengahkan ke mata masyarakat sebagai couple lagha tapi “islamik”. Batasannya tetap anda kerana anda masih belum suami isteri.

"Ada di kalangan manusia yang menjadi pembuka kebaikan dan pengunci kejahatan, dan ada yang (sebaliknya) menjadi pembuka kejahatan dan pengunci kebaikan. Maka berbahagialah mereka yang dijadikan oleh Allah sebagai pembuka kebaikan dan celakalah bagi mereka yang dijadikan oleh Allah sebagai pembuka kejahatan."[HR Ibn Majah]


Kita ingin menghindari fitnah, bukan menjemputnya datang, sebagaimana tindakan Rasulullah yang khuatir prasangka buruk sahabat Ansar apabila baginda dilihat berjalan berdua-duaan pada waktu malam dengan isterinya, Safiyyah. [HR Muslim].

Kita cegah, bukan sudah berlaku baru ingin merawat!



Hakikat Dakwah


Bukan mudah memikul bebanan da'wah. Sekadar meletihkan urat sendi dan otot-otot yang bergerak sana-sini, tapi hakikatnya yang pasti da'wah itu sendiri merupakan permainan hati.

Perlukan hati yang kuat, tsabat dan ikhlas. Itu bekalan asasi untuk terus melangkah di atas jalan ini.

Ya, siapa lagi tidak celik dengan Syeikh Mustafa Masyur dalam Fiqh ad-Da'wah penulisannya?

Disebut dan diulang-ulang hakikat bebanan yang sama terhadap kader-kader da'wah yang berjuang di atas jalan ini.

Nah, itulah da'wah pada teori belaka. Bahkan kita lantas menghafal segenap ciri dan sifat toriqud da'wah ini, apatah lagi berhujah pada daurah-daurah dan bermacam pengisian seakan-akan kita penulisnya!

Tapi pada praktiknya, kitalah yang pertama menjadi lemah dan sugul di kala bencana bebanan da'wah itu kembali menampari kita.

Itu pada erti kata yang sebenarnya.

Pada teorinya mudah, tapi hakikat keaslian jalan da'wah ini hanya dapat benar-benar dirasai pada ujian yang Allah ta'ala kirimkan kepada setiap kader da'wah yang berjuang.

Fitnah, itulah ujian yang Allah ta'ala selitkan dalam perjuangan panjang ini....

Ada fitnah dalam fitrah. Begitu juga fitnah dalam fitrahnya da'wah ini.

Jalan da'wah tidak ditaburi dengan bunga-bunga, tetapi merupakan satu jalan yang susah dan panjang. Kerana sesungguhnya antara yang haq dan batil ada pertentangan yang nyata. Ia memerlukan kesabaran dan ketekunan memikul bebanan yang berat. Ia memerlukan kemurahan hati, pemberian dan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil yang segera tanpa putus asa dan putus harapan. Yang diperlukan ialah usaha dan kerja yang berterusan dan hasilnya terserah kepada Allah di waktu yang dikehendakiNya...  - Syeikh MM

Rasulullah s.a.w bukanlah sekadar ditampari hebat ujian-ujian dari Allah untuk luaran dirinya. Mungkin pandangan berat kita pada kuatnya hati Nabi s.a.w dilemparkan najis oleh Aqabah ketika sujud baginda atau tajamnya duri-duri kayu dari Ummu Jamil seperi laknat binasa dalam surah al-Masad itu...

Bahkan lebih jauh, Rasulullah diuji dengan tamparan fitnah yang terus menusuk ke dalam hatinya.

Terdetik rasa pilu yang teramat.

Fitnah yang kini menjadi gelombang kehidupan, tidak pernah sunyi menemani jalan ini.

Fitnah yang dilemparkan pada ruh-ruh dengan aspirasi menghidupkan ummah, dengan seribu macam tohmahan dan kutukan.

Benarlah, disebalik ia, fitnah itu hanya akan menguatkan barisan. Hanya akan mengukuhkan, mengutuhkan kefahaman kita pada jalan juang ini.

Jesteru dengan ujian fitnah ini, kita yang perlu menguatkan keimanan, meningkatkan taqarrub ilallah, memperbanyak sujud, qiamulail, shaum, tilawah al-Quran dan zikir serta perbanyakkan istighfar dalam menghadapi gelombang permusuhan itu.

Ingatlah ikhwan, kita yang perlu lebih menguatkan keimanan kita, ibadah kita, dan meninggalkan setiap maksiat dan dosa.

Jika tidak, apakah beza kita dengan mereka?

Kalau sama, maka hukum Allah akan berlaku jua, bahawa yang lebih banyak, yang lebih kuat, yang didukung kekuatan besar, akan menjadi pemenang.

"Kalau engkau terasa pelik dan ganjil tentang azab sengsara yang kamu tempuhi itu ketika ke jalan Allah maka percayalah itulah jalanNya. Inilah sistem dan sunnah Allah untuk sekelian hambaNya yang beriman denganNya, percayalah bahawa mereka yang terdahulu pernah dicakar-cakar badan mereka dengan pencakar besi, tetapi keimanan mereka tetap tidak berganjak...."

[Bukhari]


04 November 2012

Kisah Penarik Tali


Pernah beberapa masa lalu berbual-bual dengan seorang sahabat ini. Seorang penulis yang menulis dengan aktifnya dalam blog peribadi sendiri. Berbuallah kami pada hari itu sambil makan biskut cokelat cicah teh chamomile. Slurrpps!

Aku pernah bertanya padanya, apa yang menyebabkan dia selalu bersemangat untuk menulis? Bukan setakat selalu, tapi terlalu semangat!

Em. Katanya, dia ikut pada suasana sekitar... (Perbualan ketika itu terhenti sebentar, masing-masing cicah biskut dalam air teh). Plup! Biskut ku tak sempat masuk mulut, tapi jatuh dulu dalam air teh. Hihihi. 

Lama sangat cicah tuh brother!. Eheh. Betul, sebab lama sangat aku berfikir, suasana bagaimana menyebabkan dia ni sentiasa bersemangat dalam menulis.

Aku akan boleh menulis, kalau aku sendirian. Susah untuk dapatkan idea yang banyak kalau aku tinggal dengan orang ramai. Aku tak boleh menulis, dalam keadaan orang lalu lalang disekeliling. Benar-benar menculik perhatian. Aku tak boleh menulis, dalam keadaan aku disaji dengan makanan ringan, mahupun yang berat. Aku hanya boleh menulis, kalau semua tabs pada laptop ku ini di tutup, yang tinggal adalah ruang untuk aku menulis sahaja. Aku tak boleh menulis kalau tiada cahaya lampu, bunyi jam berdetik pada saatnya, atau bau sambal belacan digoreng hangit dari dapur jiran sebelah rumah.

Huhhh. Terbelalaklah mata ini. Ohh. Inilah dia, seorang penulis yang konsisten, hebat. Suasana betul-betul memainkan peranan dalam hidupnya.

Okeyh. Cerita ini hanya selingan sahaja. Tapi mungkin boleh cari kaitannya.

Pernah tak kalian main tarik tali?
Bila main tarik tali, kedua-dua pasukan akan cuba menarik tali itu dengan sekuat-kuat yang terdaya untuk menang. Jadi, dalam apa jua keadaannya, akan ada satu pihak yang menarik dan lagi satu akan tertarik.

Sudah tentu, yang tertarik itu pasukan yang lemaahhhh, yang akhirnya kalah. Padan muka. Wuahaha!

Kalau tak pernah main tarik tali sekalipun, dunia ni sendiri adalah tarikan.

Macam-macam tarikan ada, menyebabkan kita akan tertarik pada mana-mana yang lebih kuat daya menariknya! Huhuhu.

Kehidupan ini sama je macam main tarik tali. Ada tali dan ada 2 pasukan yang saling menarik.

Hah. Jom!  kita imagine kan bagaimana proses tarik tali ni berlaku. 



Em. Dapat tangkap tak macam mana? Inilah kehidupan sebenar dunia ini, kalau kita tak tahu.

So kalau dah tahu, kene lah tahu macam mana, dan nak buat apa lepas ni. 

Sebab orang yang sudah tahu apa tarikan yang menyebabkan dia tersesat dari fokusnya, mesti sudah dapat tangkap caranya untuk jauuuhhhh lari dari tarikan itu.

Huh. Macam seorang sahabat yang semangat nak menulis tadi lah. Dia selalu dan terlalu semangat nak menulis sebab dia tahu apa kondisi yang menyebabkan dia boleh menulis, dan lari membawa dirinya dari tertarik pada perkara-perkara yang membantutkan urusan penulisannya. (Ok. sekarang dah tau apa kaitan cerite tadi. hihihihi).

Juru dakwah yang tertarik..

Baik. Aku tidak mahu berkisar sekadar pada manusia sebagai tali yang ditarik-tarik. Maksudku, manusia biasa. Itu sudah jelas.

Tapi aku ingin olah suatu situasi yang cukup dalam dan lebih bermakna, pada kapasitas seorang juru dakwah .

Soalan aku mudah. Dalam komponen-komponen tarik tali (tali dan 2 pasukan), dimana kedudukan dai'e?

Jenggg! Di mana yea?!

Ada yang menjawab, mestilah pasukan yang menarik pada Islam dan Haq! Takkanlah mengaku dai'e tapi menarik pada jahiliyah dan al hawa??

Em. Jawaban ku pada kamu, janganlah perasan sangat! 

Apa, adakah engkau ingat yang dirimu itu malaikat? Para duat itu tetaplah sama seperti manusia juga. Tak ada bezanya bagi mereka untuk tetap ditarik dengan macam-macam anasir yang ada.

Jangan merasai diri sudah cukup layak untuk berada pada pasukan biru, sedangkan selangkah kaki kita masih bertapak pada kotak merah

Huh. Rupanya daie itu ada juga tarikan disekitarnya. Malah rasanya tarikan untuk daie itu lebih kuat, lebih dahsyat. Bukan sekadar ditarik, tapi dicarik robek! 

Syaitan kata : Daie ni orang yang benar-benar aku nak bela. Kalau bolehlah, aku nak tangkap, sembelih, lapah diorang nih. Salut dengan serbuk goreng KFC, then goreng. Makan rangup-rangup. Wuahahaha! Sedaaaappp. Sambil tunjuk isyarat bagus, lidah panjang jilat bibir.

Wahai juru dakwah, jangan engkau katakan tidak! Ini benar. Tarikan kamu sama ada pada iman, niat, ummah dan kesedaran, mahupun tarikan pada syaitan, futur, atau penyakit wahan (al Wahnu- Cintakan dunia, bencikan mati).

Da'ie tidak pernah lari dari tarikan lagha, malaaaaasssss, asyik berangannnn jeee dan berlengah-lengah nak belajar sesuatu yang dia tidak tahu. Berlenggang kangkung je memanjang. Huhuhuhu.

Jangan merasakan diri itu sudah sebenarnya selamat dan terpelihara. Silap hari bulan, boleh masuk semula ke dalam lubang jahiliyah yang tidak disangka-sangka.

Jadi perlu ada masanya untuk kita duduk dan beriman sesaat. Maksudnya, muhasabah!

Ijlis bina nu'min saa'ah! (Marilah kita duduk untuk beriman sesaat) - HR Bukhari.

Bila kita duduk, kita cuba menilai diri. Telitilah sejauh mana iman dan koreksi diri. Sedalam mana kefahaman dan betulkah himmah yang dibina selama ini.

Em. Kedua-dua tarikan ini sentiasa ada. Setiap masa. Saban ketika. 

Kalau kita terkeluar dari pasukan Haq, tiada tempat lagi untuk kita berdiri, melainkan jatuh ke dalam gegelung syaitan. 

Muhasabah dan ber'amallah. 

Dimamah Jahiliyah!


Jahiliyyah itu dalam erat gigitanmu. Tak rela melepaskan!

Ya, jahiliyyah itu manis rasanya. Enak. Entah dari mana datang sedapnya. Tapi ia tetap enak. Sungguh enak.

Masakan engkau mahu melepaskannya? Sudah pasti yang enak itulah gula dalam liku hidupmu. Yang menaburkan seribu kemanisan. Kerana itulah yang engkau rasai, nikmati, hayati. Dan itulah yang membina pedoman hidupmu, itulah yang memacu pengabdian hatimu.

Wahai hati,

Engkau mengigit jahiliyyah, dalam naluri insaniyah. Demi jahiliyyah, engkau ketepikan Robbaniyah.

Dalam engkau meniti hari-hari baru, engkau mengira kematangan dirimu. Engkau menilai harga hatimu, rupanya peti kosong tidak berisi. Dari mana rasa manismu itu? Entah.

"Apakah hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? (5:50)


Jahiliyyah itu benar. Ia benar dalam catitan seerah. Ia dibicarakan bukan calang-calang kitab, malah mukjizat keagungan Rasul Allah.

Sedar tidak sedar, bukan mudah menanggalkan karat jahiliyyah itu. Andai ia berkarat dalam hati, maka penantiannya hanyalah sekeping hati yang mati!

Ada benarnya, mengapa tidak kita duduk senang lenang mewarisi sucinya agama Allah, habis disapu segala jahiliyyah dalam penat lelah usaha Rasulullah saw dan pendukung-pendukungnya?

Marhalah kini adalah marhalah Mekah. Itulah marhalah pertama da'wah Islam itu bermula. Dikala asingnya da'wah itu sendiri ditengah-tengah jahiliyyah, tekanan golongan kufur dengan seluruh kekuatannya ke atas mereka, dan sedikitnya bilangan mukmin yang mendapat cahaya haq.

Dan dihari ini, tiada bezanya. Kembalinya kita pada marhalah yang sama. Rodanya berputar semula!

Mungkin sudah ketetapan, manusia itu mudah dinodakan. Seindah mana sebuah pelayaran, air laut yang terpercik, tetap manis dirasakan.

Andai engkau seorang da'ie, jagalah hati jangan ia berkarat lagi. Da'ie yang membawa hati perlu menjadikan dirinya perisai pertama dan utama, malah dialah pelari pecut yang meluru meninggalkan sisa-sisa kabur dan palsu itu.

Maka tidaklah terpilih Muhammad itu menjadi Rasul Allah, melainkan atas nalurinya sendiri untuk mencari pedoman hati yang benar dan hakiki. Dan akhirnya dia pilihan Allah, setelah tertanam benci pada jahiliyyah itu sendiri.

Sinar wahyu tidak boleh dicampuri jahiliyyah! Kerana wahyu itulah peluru yang membunuhnya!

Maka engkau du'at yang membawa segenap peluru wahyu itu, jelaskan pada dirimu dimana sasarannya. Janganlah ia menembusi dirimu sendiri!




Kematangan dalam toriqud da'wah ini, bukanlah dinilai dek usia yang berjalan. Jalan ini jalan terpanjang yang dilalui, sampai ke tua belum pasti itu pengakhirannya. Bagi aku dan mungkin dirimu, kita masih muda melangkah. Terlalu banyak yang perlu kita pelajari, terlalu hebat ujian Allah yang belum kita harungi.

Namun aku yakin, dan engkau turut begitu, bahwa janji Allah tidak pernah dimungkari.

"Sentiasa akan ada satu golongan dari umatku yang menegakkan kebenaran. Mereka tidak akan tergugat oleh sesiapa pun yang menentang mereka, sehingga datanglah hari Kiamat dan mereka tetap di dalam keadaan mereka"
 
(Sahih Muslim)


Tegakkanlah daulah Islam di dalam hatimu, supaya ia tegak di atas bumi kamu
(Imam Hassan Al-Hudhaibhi rahimahullah)
 

©Copyright 2011 Kelana Cinta Al-Farouq | TNB